Search
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

June 2018
MonTueWedThuFriSatSun
    123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930 

Calendar Calendar


CERITA SEKS 2018 BERAWAL DARI CHATTING SAMPAI DAPAT GADIS PERAWAN JAKARTA

Go down

CERITA SEKS 2018 BERAWAL DARI CHATTING SAMPAI DAPAT GADIS PERAWAN JAKARTA

Post by claudia agnesia on Tue Jan 30, 2018 2:36 pm

Cerita Seks 2018 Berawal Dari Chatting Sampai Dapat Gadis Perawan Jakarta

Waktu itu aku semester 3 di tahun 2014 aku berkenalan dengan cewek yang bernama Lusi usiaku saat itu 21 tahun sedangkan dia 23 tahun, saat itu Lusi bekerja di salah satu perusahaan swasta sebagai progammer, awal pertemuan kita berasal dari chatroom lama kelamaan kita saling akrab dan pernah ketemuan. Setelah persahabatan kami berjalan 1 tahun akhirnya kami mempunyai kesempatan untuk ber-copy darat. Aku memperoleh kesempatan untuk berlibur di Jakarta. Singkat cerita akupun sampai di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan dengan berbekal beberapa lembar foto kirimannya, aku sore harinya pergi ke Mall Taman Anggrek untuk menemuinya.

Pertama sekali kumelihatnya, aku sungguh terpana. Bagiku, Lusi lebih cantik aslinya ketimbang di fotonya. Ditunjang lagi oleh penampilannya yang semakin dewasa yang disesuaikan dengan profesinya kini sebagai programmer software di PT JS di kawasan Gatot Subroto Jaksel.

Hal ini membuat aku semakin tertarik dengannya dan membuat birahiku naik secara perlahan-lahan. Setelah bertemu, kami berdua mengelilingi Taman Anggrek hingga malam dan dinner disana. Setelah dinner kami berkesempatan mengelilingi Jakarta dan akhirnya kami pulang dan kuantar dia sampai ke rumahnya di kawasan Duri Kepa Jakarta Barat.

Pertemuan itu membawa kenangan tersendiri bagiku dan oleh sebab itu aku kembali mengajak Lusi keluar jalan-jalan keesokan harinya yang bertepatan dengan malam minggu. Keesokan harinya, pagi-pagi benar aku menjemput Lusi setelah itu kami pergi makan pagi bersama dan mengelilingi Jakarta beserta mallnya hingga jam 10 malam.

Sebenarnya aku masih sangat ingin bersamanya hingga larut malam, namun Lusi menolak karena katanya tidak ada yang menjaga rumah, sebab Papa, Mama, Koko, Kakak ipar dan Dedenya sedang ke Bogor menghadiri kondangan familinya.

Sebenarnya aku kecewa juga mendengar penolakannya itu, tapi kekecewaanku ternyata tidak lama. Terbukti Lusi waktu itu langsung mengajakku untuk menginap di rumahnya, karena dia tidak berani tidur sendirian.

Akupun tidak mengiyakan secara langsung penawarannya itu, aku berpikir beberapa menit. Setelah berpikir beberapa menit aku pun mengiyakan tawaran Lusi dan tampaknya ia sangat senang sekali. Akhirnya kami sampai di rumahnya pukul 10 lewat 30 malam.

Segera setelah turun dari mobil, Lusi membuka pintu pagar dan pintu rumah. Lalu akupun masuk ke dalam rumahnya yang lumayan besar itu dan menempelkan pantatku pada kursi sofa di ruang tamunya.

Seketika itu pikiranku melayang-layang membayangkan seandainya aku dapat menyalurkan hasratku pada Lusi. Terus terang saja, selama ini aku selalu horny jika mendengar suara dari Lusi dan aku pun selalu beronani membayangkan sedang menyetubuhinya.

Bahkan tidak jarang pada saat kutelepon dia, aku sedang beronani sambil bertelepon dengan dia dan Lusi pun tahu semuanya itu. Setelah mengunci pintu rumahnya, Lusi permisi padaku untuk mandi dan aku pun mengiyakannya.

Mendengar Lusi mau mandi pikiranku bertambah kotor setelah sebelumnya aku membayangkan bisa menyetubuhinya. Lalu dengan langkah berjingkat-jingkat kuikuti langkah Lusi yang berjalan ke arah kamar mandi di ruang makan hingga aku melihat Lusi masuk ke dalam kamar mandi dan mengunci pintunya.

Akupun segera memutar otakku mencari celah agar dapat mengintip Lusi. Namun belum sempat aku mendapatkan cara mengintip yang pas, tiba-tiba Lusi keluar dari kamar mandi dengan berteriak karena ada kecoa. Aku yang melihat Lusi keluar dengan tanpa busana hanya bisa terpaku dan diam. Mataku langsung tertuju pada dua daging kenyal yang bergantung di dadanya.

Sungguh indah sekali buah dada Lusi yang berukuran 34 A (kuketahui ukurannya, karena aku pernah menanyakan ukuran bra nya lewat SMS dan dia pun memberitahu aku) dengan putingnya yang berwarna kecoklatan.

Ingin rasanya lidahku langsung menyeruput wilayah dadanya itu. Pandangan mataku kini tertuju pada lubang vaginanya yang ditumbuhi oleh ilalang asmara walaupun tidak begitu lebat. Penisku pun langsung bangkit dan berdiri tegak.

Waktu itu yang hanya ada di pikiranku hanyalah bagaimana caraku untuk meniduri Lusi. Tanpa pikir panjang akupun mendekati Lusi dan kurangkul tubuhnya lalu kutempelkan bibirku pada bibirnya yang lembut itu.

Lusi tidak memberikan perlawanan bahkan ia pun mengulum bibirku.

“Ah..” dia mendesah. Aku pun semakin berani setelah mendengar desahannya itu. Lidahku keluar masuk ke rongga mulutnya yang mungil dan tanganku pun bergerilya meremas-remas dan terkadang meraba-raba onggokan daging kenyal di dadanya sambil memilin-milin putingnya yang sudah mulai mengeras.
Selengkapnya>>>

claudia agnesia

Posts : 15
Join date : 2018-01-11

View user profile

Back to top Go down

Back to top

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
You cannot reply to topics in this forum